Produksi Kelapa Sawit | Detail
Produksi Karet | Detail
Produksi Tebu | Detail
Produksi Teh | Detail
Seluruh jajaran BUMN mulai dari para pejabat hingga karyawan diharapkan dapat menerjemahkan dan mengimplementasikan pesan-pesan "Manufacturing Hope" buah pemikiran Menteri BUMN Dahlan Iskan guna meningkatkan nilai-nilai perusahaan.
"Dengan menerjemahkan "manufacturing hope" (mengelola harapan-red), diharapkan seluruh BUMN dapat bangkit, meningkatkan kinerja sehingga tidak lagi membenani negara tetapi justru memberikan yang terbaik bagi bangsa," kata Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat, di sela Diskusi BUMN 2012 di Jakarta, Rabu (29/2).
Dalam diskusi bertajuk "Manufactoring Hope di BUMN", di Wisma Perum LKBN Antara, Jakarta, yang diselenggarakan Forum Humas BUMN itu juga dihadiri Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin, mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, sejumlah direksi dan karyawan BUMN.
Menurut Wahyu, pengelolaan harapan untuk membenahi BUMN sesungguhnya sudah berlangsung sejak Kementerian BUMN ditangani Tanri Abeng.
"Masterplan BUMN dari waktu ke waktu sama saja, berisikan pemikiran-pemikiran bagaimana BUMN itu dapat semakin berdaya saing, efisien dengan menerapkan `GCG` (tata kelola perusahaan yang benar)," ujarnya.
Namun menurut Wahyu, Manufacturing Hope sebagai buah pemikiran Dahlan Iskan merupakan salah satu gebrakan besar dalam membuat BUMN lebih memiliki makna, yang dapat menginspirasi siapa saja dalam menangani perusahaan korporasi.
"Beda pemimpin tentu beda gaya. Tapi Dahlan menggunakan pendekatan bisnis, tanpa mengabaikan kaidah-kaidah hukum," ujar Wahyu.
Menurut catatan, sejak menjabat Menteri BUMN Dahlan Iskan telah merilis artikel yang antara lain berisikan ide, gagasan dan pemikiran untuk membenahi BUMN yang dipadukan dari kacamata seorang pejabat pemerintah dan pengusaha.
"Manufacturing Hope BUMN" ala mantan Direktur Utama PLN ini sudah mencapai edisi 15 yang disiarkan secara terbuka di hampir seluruh media massa.
"Banyak pesan yang disampaikan Pak Dahlan, yang intinya...kerja...kerja..kerja, dan menghindari BUMN dari segala intervensi," ujarnya.
Dengan begitu pengelolaan BUMN lebih terstruktur, desentralisasi pengambilan keputusan, mempercepat proses, dan meningkatkan efisiensi.
Sementara itu Dirut Pelindo II RJ Lino yang juga menjadi pembicara menyatakan, dalam menjalankan perusahaan dirinya sejalan dengan pemikiran Dahlan Iskan, yaitu agar tetap fokus.
"Direksi BUMN itu sesuai dengan kapasitasnya harus berani memproteksi diri dari intervensi. Dengan memproteksi dari luar perusahaan, sudah membantu Menteri," ujar Lino.
Sementara itu Tanri Abeng mengatakan sangat mendukung langkah Dahlan Iskan untuk segera membenahi BUMN.
"Manufacturing Hope Dahlan Iskan sangat relevan dengan Master Plan BUMN yang kita ciptakan dulu di masa krisis ekonomi. Ini harus ditindaklanjuti agar memberikan hasil yang maksimal," ujar Tanri.
Ia menanggapi, bahwa Dahlan Iskan dalam menjalankan tugasnya sangat "actional", cepat dan praktis sehingga target-target seperti pembentukan holding sudah menujukkan hasil positif.
Sesungguhnya ditambahkan pria yang dijuluki "Manajer Rp1 Miliar" ini, BUMN pada intinya memiliki tugas multifungsi tidak hanya mengejar profit untuk menyetor dana kepada APBN.
Tapi tambahnya, BUMN juga berfungsi untuk mendorong penciptaan UKM, penyeimbang ekonomi, keperintisan bisnis, dan penciptaan lapangan kerja.(T.R017/S004)
Your IP 38.107.179.210 Unknown Unknown